-->
Begini Cara Mengajar Generasi Milenial

Begini Cara Mengajar Generasi Milenial

cara_mengajar_generasi_milenial

Generasi milenial merupakan generasi yang hidup di dunia yang penuh dengan teknologi. Segalanya itu sudah menjadi teknologi. Bahkan, perilaku manusia itu sendiripun kini sudah dikontrol oleh teknologi. Saking hebatnya teknologi, telah merubah pola hidup manusia itu sendiri, seolah-olah manusia itu sudah diatur oleh teknologi.

Apakah cara mengajar guru juga sudah diatur?


Bukan itu fokus pembahasan kali ini. Fokusnya disini adalah bagaimana cara guru dalam mengajar di era milenial ini.

Kondisi di Generasi Milenial
Kondisi ini, dituliskan berdasarkan amatan di lapangan. Kita mungkin sering melihat atau bahkan mendengar berita tentang bentrok antar siswa, perilaku kejahatan, pemerkosaan, tawuran antar pelajar, dan itu semua bukan lagi sesuatu yang baru.

Perlahan, kita sedikit mundur untuk mengetahui penyebabnya. Apa yang menyebabkan hal demikian itu?

Begitulah eratnya kaitan antara perilaku manusia dengan teknolgoi. Bilamana manusia itu sudah diatur oleh teknologi, maka perilakunyapun akan ikut berubah. Sikap simpatinyapun akan ikut berubah.

Handphone, saat ini sudah seperti bagian dari manusia yang sulit untuk dipisahkan. Ketika kita bangun, selalu memegang HP. Mau tidur, juga memegang HP. Sela-sela aktivitas, juga memegang HP. Ini kebiasaan yang kurang baik, namun sulit untuk diperbaiki karena sudah menjadi sebuah kebiasaan.

Begitulah kiranya kondisi di generasi kita di masa milenial yang serba bisa ini. Generasi kita kekuransan perhatian, kekurangan ke-ilmuan yang bersifat afektif, kekurangan masukan, kekurangan ilmu yang mengajarkannya pada adab. Adab, kini dianggap hilang. Padahal, adab adalah sesuatu yang lebih tinggi dari pada ilmu.

Bagaimana Cara Mengajar Generasi Milenial Ini?

Mengajar merupakan salah satu aktivitas transfer ilmu antara guru dan murid. Oleh sebab itu, mengingat akan kondisi di era milenial ini, para peserta didik itu nampaknya tak lagi membutuhkan segudang teori dari gurunya. Itu akan membosankan baginya.

Mengapa demikian? Pada kenyataannya, siswa itu lebih senang untuk bermain ke Mbah "Google" dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Ini memprihatinkan. Buku yang ada tidak lagi di beli. Buku yang ada, tak lagi digunakan. Malang nasib, internet sudah seperti Tuhan mereka.

Memberikan teori secara monoton akan membuat mereka bosan dengan belajar itu sendiri. Oleh sebab itu, nampaknya pendidikan morallah yang paling diutamakan dalam hal ini. Adab, perlu dibenahi saat ini sebelum semuanya terlambat.

Penjelasan di atas itu membuat kesimpulan sebagai berikut:

  1. Pandanglah adab sebagai target utama dalam pendidikan.
  2. Mengajarkan adab dan kebiasaan yang baik terhadap siswa.
  3. Mengenalkan nilai-nilai keagamaan dalam diri siswa.
  4. Mempersiapkan media teknologi yang menarik.
  5. Memberikan perhatian penuh terhadap siswa.


Rangkaian di atas, memberi gambaran bahwa generasi ini merupakan generasi yang sedang butuh perhatian lebih dari para guru. Oleh sebab itu, menyikapi masalah ini, tentunya diharapkan guru untuk bekerja ekstra agar nantinya tercapai tujuan yang dicita-citakan.

Demikian artikel tentang cara Begini Cara Mengajar Generasi Milenial. Semoga dapat memberikan manfaat. Terimakasih.
Read more »
Peran Guru di Era Milenial

Peran Guru di Era Milenial

Era milenial, seperti yang telah dipaparkan sebelumnya memberi penjelasan bahwa era milenial itu merupakan era dimana teknologi itu berkembang pesat, dimana akses teknologi begitu mudah untuk digapai. Keadaan semacam ini, tentu melahirkan nilai tersendiri dalam mata manusia, terlebih pada pandangan masyarakat. Terdapat berbagai nilai positif dan negatif dalam hal ini. Terlepas dari nilai negatif dan positifnya era milenial ini, selayaknyalah pendidikan siap sedia untuk menyikapi berbagai analisis yang akan terjadi terhadap era milenial ini.
peran guru di era milenial
Guru merupakan person inti dalam hal ini. Guru merupakan kunci dari peradaban manusia. Baik buruknya kualitas anak bangsa sangat bergantung pada baik buruknya kualitas guru itu sendiri. Sebab, yang menajadikan manusia itu menjadi baik, salah satunya yaitu dengan peranan guru yang besar. Oleh sebab itu, guru itu perlu untuk diberikan anggapan positif tentang era milenial ini. Guru itu perlu untuk menyesuaikan keadaan di era milenial ini, demi mencapai keinginan yang dicita-citakan bangsa.

Sebuah pertanyaan yang muncul di benak kita adalah tentang bagaimana peran guru di era milenial ini? Pertanyaan itu dinilai cukup pantas untuk di tanyakan, terlebih bahwa guru itu adalah sektor kunci dalam suatu keberlangsungan pendidikan. Berikut ini akan dijelaskan poin mengenai peran guru di Era Milenial.

Peran Guru di Era Milenial

Berikut ini akan diberikan beberapa poin tentang peran guru di era milenial, antara lain sebagai berikut:
  1. Guru sebagai pendidik bagi para peserta didiknya.
  2. Guru sebagai orangtua bagi peserta didiknya di sekolah.
  3. Menghimbau anak didik yang tidak berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
  4. Mengayomi siswa bilamana salah salam bersikap.
  5. Membatasi emosional siswa dalam era teknologi.
  6. Sebagai guru yang modern dengan berbagai hal mengajarnya.
  7. Menyampaikan keilmuan terbaru, hasil penelitian terbaru, atau kerya terbaru yang relefan dengan pembelajaran.
  8. Mengedepankan pendidikan karakter kepada anak didik.
  9. Menunjukkan wibawa guru dalam kesehariannya di sekolah dan di masyarakat.
  10. Sebagai motivator sekaligur konseling bagi anak didiknya dengan cara menyediakan ruang atau tempat untuk peserta didik itu curhat dan bercerita tentang kehidupan yang dilewatinya.
Dari beberapa poin di atas, dapatlah dilihat bahwa dengan peran guru yang baik, akan lebih mengontrol peran siswa dalam berkehidupan di lingkungannya masing-masing. Dengan demikian, para peserta didik itu akan senantiasa menceritakan kejadian yang dialaminya dalam kesehariannya kepada gurunya. Ini yang jarang sekali terlihat dalam lingkungan sekolah. Jangankan untuk bercerita, anak didik kita bahkan rela untuk tidak masuk belajar ke sekolah hanya karena tidak senang dengan guru bidang studi tertentu. Hal ini harus segera dihindari dengan melahirkan para pendidik yang bersedia untuk mengajar dengan hati demi mencerdaskan anak bangsa. Namun perlu diingat, dalam memerankan peranan guru di era milenial ini, guru tentu perlu untuk melihat dan memandang akan tantangan guru milenial. Dengan memperhatikan beberapa tantangan guru milenial itu, rasanya cukup untuk mendukung atau mem-back up peranan yang dilakukan guru di era milenial ini.

Melihat peran dan tanggung jawab yang diemban oleh guru, tentu profesi guru itu merupakan profesi yang patut dibanggakan dan patut untuk diperhatikan. Mencerdaskan anak didik bangsa adalah dengan guru. Guru yang berkualitas, akan membuka peluang besar untuk melahirkan generasi yang berkualitas pula. Atas dasar prinsip ini diperlukan adanya perhatian khusus terhadap guru. Terlebih lagi, pada banyaknya kasus yang beredar tentang asap dapur guru yang kurang tebal. Disini perlunya perhatian terhadap guru anak didik bangsa kita.

Demikian artikel tentang peran guru di milenial ini. Semoga dapat membantu kawan guru sekalian. Terimakasih.
Read more »
Tantangan Guru Milenial

Tantangan Guru Milenial

Gambar tentang tantangan guru milenial
Tantangan Guru Milenial

Era milenial ini dirasa cukup dramatis, termasuk dalam kegiatan belajar mengajar. Bagaimana tidak, segalanya sudah berbaur dengan teknologi. Bahkan, sesuatu yang dikerjakan manusiapun kini sudah dikerjakan oleh mesin dan teknologi. Pekerjaan manusia kini menjadi lebih mudah dengan lahirnya teknologi di era milenial ini. Misalnya saja, dalam pengumpulan berkas-berkas tertentu. Era milenial dengan berbagai teknologinya, kini lebih memfasilitasi pekerjaan manusia. Hanya dengan cara mengirimkan file-file saja, sudah bisa dilakukan di masa sekarang ini.

Guru sebagai manusia biasa tentu mempunya kekurangan dan kelebihan dalam aktifitas mengajarnya. Mungkin saja, guru yang satu dalam usia yang lebih dewasa, akan sedikit ketinggalan untuk memahami era milenial ini yang ditandai dengan teknologi. Guru dewasa, terkadang juga Gakptek dalam dunia teknologi yang di era ini menguasai seluruh elemen masyarakat, terkhusus elemen pendidikan.
Gambar tentang penggunaan media sosial sebagai tanangan guru milenial
Penggunaan media sosial sebagai tanangan guru milenial

Tidak semua guru itu mengerti akan teknologi yang beredar. Dikatakan demikian, karena guru dewasa itu merupakan orang yang lahir pada tahun 70 an misalnya, dan tidak termasuk kategori orang milenial. Jadi, wajar saja bila tidak mengerti akan teknologi yang begitu banyak di era milenial ini. Nah, ini lah yang menjadi titik pokok tantangan bagi seorang guru yang mengajar di era milenial ini.

Namanya saja sudah era milenial, para peserta didiknya pun tentu peserta didik milenial. Untuk itu, perlu mengetahui dulu tentang apa itu Guru milenial dalam konteks pendidikan. Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan tentang pengertian guru milenial, yaitu secara umum memberi pengertian bahwa guru milenial itu adalah guru generasi X dimana maksudnya adalah generasi yang lahir pada sekitar tahun 1960 sampai dengan 1980. Generasi ini lah yang mengajari generasi Y yang saat ini merupakan peserta didik milenial. Hal yang serupa juga disebutkan dalam artikel koranbernas yang memberi penjelasan bahwa generasi X merupakan generasi yang lahir pada tahun 1961 sampai 1980 dan mengajari generasi Y sekarang ini.

Berbicara persoalan tentang Tantangan Guru Milenial, memang tidak ada takaran khusus yang membahas dan yang membatasi akan hal ini. Paling tidak, secara umum dapat digambarkan yang menjadi tantangan guru milenial adalah tentang bagaimana cara guru itu sendiri dalam mengaplikasikan dirinya di era milenial ini. Oleh sebab itu, guru perlu untuk dipahamkan akan hal ini.

Dimasa sekarang ini, era teknologi itu dapat merubah pola pikir manusia, termasuk anak didik di era milenial ini. Oleh sebab itu, terdapat beberapa tantangan guru milenial, antara lain sebagai berikut:
  1. Siswa itu terbiasa dengan teknologi, maka imbangi dengan pemahaman guru terhadap teknologi agar tidak kalah dengan peserta didiknya. Ini merupakan tantangan yang cukup besar bagi guru.
  2. Haru lebih mengetahui tentang teknologi.
    Ini juga tak kalah penting. Salah satu tangangan bagi guru di era milenial ini adalah mengetahui tentang teknologi. Secara khusus, tantangan ini dimaksudkan pada diri sendiri, tentang bagaimana guru itu beradaptasi di era milenial ini.
  3. Mengontrol emosi siswa.
    Biasanya, para peserta didik yang senang dengan teknologi emosinya susah sekali untuk dikonrtol. Oleh sebab itu, bila guru memahami akan hal ini, maka cara yang ampuh adalah memahami terlebih dahulu tentang algoritmanya, kemudian memahamkan peserta didik.
Dari ketiga poin di atas, dapat disimpulkan bahwa di era milenial ini, guru harus memiliki pengetahuian tentang internet. Sebab dalam era ini internet itu menyebar dengan begitu luas dan tidak ada batasan akses padanya. Artinya, para peserta didikpun juga turut dapat mengakses. 
Read more »
Guru di Era Milenial Harus Seperti Apa

Guru di Era Milenial Harus Seperti Apa

Gambar untuk Guru di Era Milenial Harus Seperti Apa
Guru di Era Milenial Harus Seperti Apa

Guru di Era Milenial Harus Seperti Apa? Ini merupakan pertanyaan paling besar yang ada dalam benak kita. Tanpa kita sadari, bahwa kita sekarang sedang berada dalam era milenial. Era ini merupakan era yang rawan, dimana segala sesuatunya itu mulai berubah. Zaman mulai berganti, generasi pun turut berganti. Guru itu pada dasarnya merupakan pendidik bagi para peserta didiknya di sekolah atau di kelas. Itulah tugas yang utama bagi seorang guru atau yang akrab disapa dengan sebutan pendidik. Lantas, apa perbedaan guru masa sebelumnya, dengan guru di era milenial? Mari kita lihat.

Guru di Era Milenial Harus Seperti Apa

Guru milenial dalam pendidikan itu, harus seperti guru yang dimaksudkan dalam undang-undang, yakni sebagai pendidik bagi para peserta didiknya. Ini memang merupakan tugas dasar bagi seorang guru. Nah, hal yang semacam ini tentu jangan sampai di hilangkan atau diganti maknanya. Guru Era Milenial itu harus mampu menyeimbangkan keadaan. Banyak cara yang perlu dilakukan guru saat ini, tentunya dengan tiada henti belajar dan mengikuti perkembangan zaman.
  1. Guru era milenial harus modern.
    Ini adalah tuntutan paling umum. Era Milenial itu ditandai dengan modernisasi. Mengapa demikian? Karena, era milenial itu adalah era dimana teknologi itu sudah menguasai bumi. Bagaimana mungkin guru itu sendiri tidak modern atau sebut saja gaptek. Jangan sampai, guru itu sendiri tertinggal jauh dari pada siswanya di kelas. Bisa-bisa, dipermalukan.
  2. Harus selalu mengikuti perkembangan zaman.
    Ini adalah hal yang paling besar dalam diri seorang guru, yaitu tentang belajar. Jangan sampai, kita sendiri sebagai guru tidak memperhatikan keilmuan yang kita miliki.
  3. Memahami internet
    Ini juga tak kalah penting. Karena, dengan memahami internet, guru akan menjadi lebih tahu tentang bagaimana itu situasi di dunia internet, tentang bagaimana dan apa saja yang harus diakses siswa di internet, dan bagaimana batasan dalam penggunaan internet. Dengan mengetahui hal yang demikian, guru itu semakin terlihat lebih modern dan dewasa di era milenial ini. Hal yang perlu diingat adalah bahwa siswa di era milenial itu sudah lebih paham tentang internet. Lantas, kita sebagai guru selayaknyalah tidak ambil diam dalam hal ini. Perbenah diri, coba mempelajari tentang apa itu internet yang luas.
  4. Modern dengan media pembelajaran
    Nah, hal satu ini memang kerap menjadi tantangan seorang guru sejak dahulu, yaitu tentang media pembelajaran. Terkadang, media pembelajaran itu terkesan kuno, sehingga berdampak pada sifat acuh siswa. Tentu, dalam hal ini guru perlu membenahi diri dengan berupaya memberikan informasi yang menarik dan menyiapkan media yang menarik dan mendidik.
Dengan berbagai cara di atas, akan lebih memudahkan guru dalam meluruskan cara pandang siswa, terlebih bagi siswa yang sudah memiliki pengetahuan dunia internet. Dengan begitu luasnya internet, pemikirannyapun akan sangat liar. Oleh sebab itu, diperlukan seorang pembimbing atau guru untuk meluruskan cara pandang siswa. Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Rohmatunnazilah, dengan judul Menjadi Guru Milenial, dipublikasikan oleh koranbernas.id menjelaskan bahwa terdapat suatu hal yang penting untuk menjadi guru milenial, salah satunya yaitu tentang bagaimana cara guru meluruskan cara cara pandang siswa. (Sumber: https://www.koranbernas.id/berita/detail/menjadi-guru-milenial, diterbitkan pada Rabu, 10 Okt 2018 pukul 20:25:30 WIB).


Read more »
Protah TK PAUD

Protah TK PAUD

Apa itu Protah TK PAUD

Protah TK PAUD itu merupakan sebuah dokumen sebagai perujuk bagi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar dalam suatu lingkungan lembaga TK PAUD. Protah TK PAUD ini dimaksudkan agar tujuan dari pembelajaran itu dapat tercapai. Dengan adanya Protah TK PAUD, diharapkan guru akan melaksanakan kegiatan mengajarnya sesuai dengan jadwal dan aturan yang telah ditetapkan dan dengan demikian membuka peluang untuk tercapainya tujuan pendidikan umumnya, dan tujuan pembelajaran di kelas pada khususnya.

Bagaimana cara membuatnya?

Membuatnya itu tentu mengacu pada peraturan perundang-undangan terlebih dahulu. Sebaiknya memperhatikan tentang aturan yang berlaku dalam waktu tertentu. Protah itu adalah program tahunan. Pastinya, isinya berkaitan dengan program-program yang akan dilaksanakan suatu lembaga TK PAUD selama satu tahun ke depan. Untuk itu, cukup banyak hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan protah PAUD TK ini, diantaranya harus menyesuaikan dengan waktu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang mengacu pada kalender akademik, kemudian melihat tentang program per semesternya yang telah dibahas pada pembahasan sebelumnya (Lihat disini tentang Program Semester), dan juga memperhatikan tentang kegiatan guru dalam kelas melihat pada RPPM dan RPPH, dan hal lainnya.

Untuk format penulisannya sendiri, setahu saya tidak ada batasan dalam hal ini. Artinya, setiap lembaga memiliki format yang berbeda- beda (variatif). Bergantung dengan format yang bagaimana yang dapat dipahami semua unsur dalam lembaga itu sendiri. Tentu, ini menjadi suatu catatan penting dalam membuat Protah TK PAUD ini.

Sebagai bahan rujukan, anda dapat mendownload file di bawah ini. Lalu kemudian lakukan modifikasi terhadap file tersebut dengan memperhatikan kondisi lembaganya masing-masing. Tentu, pada tiap-tiap daerah itu berbeda-beda, maka sesuaikanlah dengan kondisi lembaga.

Download PROTAH TK PAUD/download/button

Terimakasih telah berkunjung dan tolong berikan kritikan dan saran yang membangun.
Read more »
Prosem TK PAUD

Prosem TK PAUD

Prosem PAUD yang sering kita dengar adalah bagian dari administrasi PAUD. Untuk itu, yang namanya administrasi, ya wajib untuk dilengkapi. Disamping itu, mengacu pada pengertian dari Prosem PAUD ini dapat digambarkan adalah sebagai acuan dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam satuan lembaga PAUD. Untuk itu Lembaga TK PAUD perlu untuk mengadakan atau membuat semacam administrasi Prosem TK PAUD ini.

Bagaimana cara membuatnya?

Menurut saya, TK PAUD itu memiliki kewenangan untuk membuat kurikulum sendiri dalam lingkungan lembaganya. Namun, kewenangan itu walau berbentuk kebebasan, bukan berarti kebebasan yang diberikan itu tidak ada batasan sama sekali. Tetap ada batasan yang diberikan. Adapun kurikulum yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan di Indonesia, tetaplah untuk diikutsertakan, dan tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Bisa saja bila hal ini diabaikan, maka lembaga TK  PAUD dikenakan sangsi.

Adapun kebebasan maksudnya disini adalah penambahan dari kurikulum standar yang dari pemerintah sendiri. Melakukan modifikasi terhadap kurikulum yang ada merupakan kegiatan yang disarankan. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang relevan untuk hal ini agar nantinya dalam pembuatan Program kurikulum di Indonesia tidak terlanggar.


Prinsip Kurikulum TK PAUD

Adapun yang menjadi prinsip dalam kurikulum disini adalah kurikulum itu merupakan acuan dalam satuan lembaga TK PAUD dalam melaksanakan tugas memberikan pelayanan belajar kepada masyarakat sekolah. Prinsipnya adalah bahwa kurikulum itu dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing, namun dalam hal modifikasinya, tidak terlepas dari pada yang diatur dalam perundang-undangan yang ada di Indonesia. Modifikasilah sesuai dengan kondisi lembaga, dan yang paling penting adalah upayakan untuk senantiasa mengacu pada perundang-undangan yang berlaku agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Demikian artikel tentang Prosem TK PAUD ini. Semoga dapat memberikan pandangan baru dan manfaat bagi anda sekalian. Bila terdapat kekurangan, saya memohon maaf dan bisa berikan saya kritikan dan saran untuk perbaikan kedepannya. Terimakasih atas kunjungan anda.
Read more »
Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi)

Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi)

gambar untuk Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi)+
Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi)

Kurikulum Pendidikan merupakan suatu hal terpenting dalam pelaksanaan suatu program pendidikan. Mulai dari sekolah tingakt paling dasar, Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, hingga tingkat perguruan tinggi atau universitas pasti mengenal dan menerapkan apa yang dinamakan kurikulum. Bicara soal pengertian, telah banyak teori yang memberi penjelasan tentang kurikulum itu sendiri. Pada kali ini, lebih di fokuskan pada Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi). Adapun Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi) ini masuk ke dalam bagian Kompetensi Kepribadian Guru.

Apa itu Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi)?

Hidden Curriculum (kurikulum tersembunyi) bukanlah sesuatu yang diada-adakan begitu saja. Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi) ini telah ada pada kurikulum nyatanya, bukan sesuatu yang baru. Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi) sesuai dengan arti bahasanya yaitu kurikulum tersembunyi memiliki arti tersendiri, yaitu suatu kegiatan mendidik yang tidak tampak dalam kegiatan belajar. Untuk membantu pemahaman, dapat dilihat pada contoh berikut:

Guru A mengajar di sekolah tingkat dasar. Sebelum berangkat ke sekolah untuk mengajar, guru A kerap menggunakan Parfum/Pewangi tubuh. Ketika guru A berada di sekolah dan mengajar, guru A disenangi banyak siswa karena wewangian yang digunakannya. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa guru A benar siap dalam mengajar di kelas waktu itu.

Kiranya dari contoh di atas, dapat memberikan arti bahwa ada sesuatu yang membantu dalam proses berjalannya kegiatan belajar, yaitu parfum yang digunakan guru. Parfum yang digunakan itu bukan langsung mengenai dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi dengan parfum dapat membantu keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Sebut saja sebagai contoh, bukan tidak mungkin siswa itu merasa bersemangat untuk memulai pelajaran ketika guru yang hadir kala itu menggunakan wewangian. Bayangkan jika sebaliknya, guru yang hadir itu tidak memakai wewangian? Bahkan lebih parahnya, menimbulkan bebauan yang tidak sedap? Berbagai kemungkinan bisa terjadi, salah satunya yaitu siswa tidak bersemangat dan guru akan kesulitan untuk mengontrol kelas.

Penggunaan parfum merupakan salah satu contoh dari Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi). Masih banyak contoh-contoh lain yang dapat dipraktikkan bagi guru saat akan mengajar di kelas yang diaktegorikan sebagai Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi). Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi) sangat bernilai positif dan banyak sekali guru yang belum mengetahui hal ini.

Demikian artikel Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi) ini diperbuat, semoga apa yang diberikan dapat memberi manfaat kepada teman guru sekalian. Terimakasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jadilah Guru, bukan gurupun jadilah.

Read more »
Pentingnya Memanusiakan Manusia

Pentingnya Memanusiakan Manusia

gambar untuk Pentingnya Memanusiakan Manusia
Pentingnya Memanusiakan Manusia

Hal yang mendasar dalam sebuah pendidikan adalah kesiapan guru dalam mengajar. Luar biasa mereka dalam bekerja dengan segala kerelaan hati memanusiakan manusia, mentransfer ilmunya, melakukan penelitian tindakan kelas setiap hari, hanya untuk anak didiknya.

Pengembangan dan inovasi baru tentu perlu dilakukan. Tanpa adanya inovasi dan pengembangan dalam kegiatan belajar mengajar, tentu akan menjadi tertinggal. Semangat guru dalam mengajarkan ilmunya perlu untuk dilahirkan dengan supervisi secara berkala. 



Jadilah Guru, bukan gurupun jadilah.

Read more »
Ciri-ciri Guru Milenial

Ciri-ciri Guru Milenial

Bicara milenial, tentu banyak persepsi yang mendefenisikannya. Makna yang paling sering dijumpai tentang defenisi milenial ini yaitu kelompok orang yang lahir pada tahun 1980 hingga tahun 2000. Dikatakan milenial karena mereka yang lahir di tahun itu, akan hidup di zaman modern dan penuh teknologi, layaknya tahun sekarang ini. Berkaitan dengan judul topik di atas, sebenarnya tidak ada ciri khusus yang menggambarkan ciri-ciri guru milenial, melainkan hanya bentuk penyesuaian saja. Pandangan tiap pemikirpun tentu akan berbeda. Berikut ini merupakan ciri-ciri guru milenial yang dapat disimpulkan yang berorientasi pada masa kekinian.

1. Memiliki handphone genggam (Smartphone)
HP atau Smartphone, barang kecil yang taka sing lagi dari pandangan kita. Menghubungkan manusia yang satu dengan yang lainnya dalam daerah yang jauh sekalipun bisa dilakukan dengan smartphone. Perkembangan terus akan terjadi. Satu detik berlalu bisa saja terjadi beribu perkembangan. Guru, harus mampu seimbang dalam menyikapi hal ini.

Fungsi smartphone sendiri dalam kegiatan belajar mengajar guru yakni dalam bentuk komunikasi. Tidak dipungkiri lagi, bahwa peserta didik juga kerap menggunakan HP dalam kesehariannya. Walau tidak dilakukan di sekolah, tapi di rumah tempat dia tinggal kemungkinan untuk dimainkannya. Mengapa demikian? Bila kita lihat, anak pada usia sekolah tingkat dasar saja sudah dapat menggunakan program smartphone. Dari sini, sekilas dapat diberi kesimpulan bahwa peserta didik seusia itu juga sudah bisa maminkan smartphone, berarti dia sering menggunakannya.
gambar tentang Memiliki Handphone genggam (smartphone)
Memiliki Handphone genggam (smartphone)

Berbagai pendapat dalam hal ini, mulai dari yang nilai positif, bahkan ada juga yang bernilai negative. Bila dilihat secara umum, penggunaan ini lebih baik digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Salah satu contohnya, guru memberikan nomor ponsel smartphone nya kepada peserta didik dalam rangka pembelajaran. Semisal peserta didik belum paham sepenuhnya dengan pembelajaran yang dilakukan hari ini, maka peserta didik bisa untuk menelpon gurunya untuk menanyakan terkait ketidak tahuannya tentang pelajaran di kelas.

Namun, terdapat satu titik ke khawatiran disini. Dimana misalnya, saat siswa permisi menggunakan smartphone, tentu dipandang tidak etis. Karena smartphone bersifat teks atau SMS, maka kebenarannya belum dapat dipastikan. Maka, perlu control dan aturan yang baik dalam penggunananya, hanya dalam kegiatan belajar mengajar. 

2. Memiliki pengetahuan tentang dunia IT.
Ilmu teknologi begitu pesat di era sekarang ini. Teknologi yang berkembang secara terus-menerus membuat perubahan dalam lingkungan sosial manusia. Akan tetapi, bila difokuskan pada penggunaan Teknologi dalam konteks pendidikan, tentu wajar bila disesuaikan. Antara guru dan teknologi adalah dua bagian yang saling berkaitan. Era sekarang ini, teknologi benar-benar dapat membantu meringankan pekerjaan manusia. Dalam kaitannya dengan kegiatan guru, yaitu dalam penyelesaian tugas-tugas guru, seperti laporan kerja, absensi, perhitungan jam mengajar, roster belajar, yang keseluruhannya itu sudah begitu dimudahkan dengan teknologi.

Contohnya saja rapor siswa. Guru dituntut untuk tidak "Gaptek" dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari. Bagaimana akan mengisi rapor siswa dengan teknologi bilamana pribadi guru sendiri belum mempuni untuk hal yang demikian itu?

Teknologi benar adanya untuk membantu manusia meringankan tugas yang ada. Misalnya saja, pelaporan yang biasanya berbentuk "Hard Copy" dan diantar ke Dinas setempat, dan kini semuanya itu bisa dilakukan secara instan hanya dengan mengirimkan file saja melalui online. Saat ini, kita hidup di zaman online. Maka, mari kita meng-upgrade diri untuk mengikuti perkembangan zaman yang ada. Persiapkan diri untuk menghadapi itu dengan belajar, belajar dan belajar.

3. Memiliki laptop
Siapa yang tak kenal dengan yang namanya laptop? Teknologi canggih yang begitu tipis dan bisa dibawa kemana saja. Berbeda dengan Komputer yang memiliki CPU, Keyboard, Mouse, dan lain sebagainya yang penggunaannya terbatas (tidak bisa dibawa kemana-mana).

gambar tentang Memiliki laptop
Memiliki laptop
Tugas guru itu bakal berhadapan di komputer/laptop. Oleh sebab itu, mempunyai sebuah laptop dinilai baik bagi guru dalam menunjang pekerjaannya. Hal yang paling penting, yaitu jangan takut rusak Laptopnya bila hanya menggunakan program-program saja. Masih ada yang namanya instal ulang. Bila terjadi sesuatu yang aneh pada program laptop kita, tinggal instal ulang saja. Tapi, jangan sampai kerusakan itu kerusakan fisik, selain tidak dapat diganti dengan garansi, kantong kita juga bisa-bisa bengkak jika harus mengganti kerusakan fisik pada laptop. Intinya adalah, laptop penuh dengan program, dan pengetahuan kita akan bertambah bilamana kita mencobanya. Jangan pernah untuk takut salah dalam bermain program di laptop. Dapat juga didampingi dengan teman sejawat yang memiliki pengetahuan dalam hal menggunakan laptop.

4. Memiliki akun media sosial (Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram, Pirenterest, dll).
Media sosial memang tidak bisa dihilangkan lagi untuk saat ini. Media sosial ini seolah-olah menjadi bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Namun yang menjadi perhatian, jangan sampai melupakan nilai ketuhanan dan jangan sampai pula merusak hubungan sosial antar sesama manusia.
gambar tentang media sosial
Media Sosial

Sosial media yang menjadi nomor satu di dunia dengan pengguna terbanyak yaitu Facebook. Media sosial ini begitu meluas dalam lingkup masyarakat. Mengenai pengertian facebook sendiri, bukan menjadi pembahasan kali ini. Sebab, informasi mengenai hal itu begitu ramai dibahas dalam berbagai tulisan di google.

Salah satu contoh di atas, menunjukkan eksistensi dari media sosial dalam kehidupan bermasyarakat begitu kuat. Salah satu contoh kecil yang lebih spesifik lagi ialah penggunaan Whatsapp. Media ini sangat berarti bagi kehidupa manusia saat ini. Dikatakan demikian bila dikaitkan dengan penyampaian informasi. Guru akan sangat terbantu dengan menggunakan media Whatsapp ini. Misalnya saja, penyampaian informasi. Saat ini, informasi bisa dengan cepat didapatkan hanya dengan media Whatsapp. So, guru harus paham dan mengerti menggunakan media sosial yang satu ini, jangan sampai ketinggalan. Di era modern ini, harus selalu mengikuti perkembangan yang terjadi.

5. Memakai wewangian
Wewangian bukan sesuatu yang asing lagi di telinga kita. Tentu, dalam kesehariannya kita kerap sekali menggunakan wewangian. Mulai dari wangi yang segar hingga wangi yang menyengat sudah beredar di pasaran. Tentunya, seorang pendidik juga harus menganggap kehadiran wewangian ini.

Dalam kaitannya dengan kurikulum, memakai wewangian juga merupakan bagian dari kurikulum di sekolah. Dalam system kurikulum sendiri, terdapat satu istilah yang jarang sekali diperhatikan, bahkan jarang sekali diketahui orang banyak, termasuk bagi sebagian guru, yaitu “hidden curriculum” yang artinya “kurikulum tersembunyi“ bila dialih bahasakan dalam bahasa Indonesia. Dari istilahnya, paling tidak sudah sedikit membuka wawasan kita bahwa terdapat hal yang bersifat tersembunyi dalam pribadi guru di sekolah. Salah satu indikatornya yaitu menggunakan wewangian.
gambar tentang parfum
Parfum

Memakai wewangian dalam lingkungan sekolah, merupakan ciri guru milenial. Dikatakan demikian, karena wewangian merupakan pemikat bagi peserta didik, dimana di era saat ini banyak bermunculan wangi-wangian yang bagus dari berbagai pabriknya. Guru, sangat perlu untuk menggunakan wewangian. Kegiatan ini dimaksudkan agar menarik perhatian peserta didik untuk bersemangat dengan gurunya. Bila guru yang mengajar di kelasnya wangi atau selalu menggunakan wewangian yang khas, akan menjadi ciri tersendiri dimata peserta didiknya. Pada akhirnya, diharapkan nantinya kehadiran guru akan dinanti-nantikan oleh peserta didiknya. Dengan demikian, guru akan sangat gampang untuk memanipulasi keadaan untuk belajar.
gambar tentang Pewangi
Pewangi
Bukan. Bukan pada gambar yang di atas ini. Gambar di atas bukan alat yang cocok untuk wewangian ke bagian tubuh manusia. Hanya pada pakaian saja. Jangan sampai salah dalam mencari wewangian.

6. Make Up” secukupnya (bagi wanita)
Bicara soal wanita, tentu tidak lengkap jika tanpa dandanan, yaitu “make up”. Model-model yang dipakai pun berbeda-beda. Siapa yang tak kenal dengan pensil alis, yang pada 2018 ini, sudah membuat alis menjadi tebal. Tentu itu model tersendiri bagi penggunanya. Umumnya, “make up” digunakan untuk memperindah penampilan seorang wanita, dan itu hal yang sangat-sangat wajar.
gambar tentang Make Up
Make Up

Bila dilingkaran anak sekolah usia dasar, dirasa guru yang menggunakan “make up” ini terlihat bagus dan membuat ketertarikan tersendiri bagi siswa. Nilai positif yang dapat diambil yakni dengan menggunakan “make up” secukupnya, justru guru itu semakin terlihat mapan dengan profesinya. Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaan “make up”, disarankan untuk menggunakan seperlunya saja. Apalagi di lingkungan guru pada sekolah tingkat menengah dan atas, tentu harus dijaga marwah dan wibawa dari seorang guru (wanita). Berhati-hatilah, sebab anak pada usia menengah dan atas akan lebih memperhatikan hal yang demikian bila dibandingkan dengan anak usia tingkat dasar.

Pemakaian “make up” ini dinilai positif bilamana digunakan untuk hal yang baik. Didalamnya terkandung makna semangat serta kesiapan dalam menjalankan kegiatan. Tentu yang diharapkan adalah guru memiliki semangat yang baik dalam kegiatan mengajarnya. Dengan sendirinya, siswa juga akan termotivasi untuk bercita-cita seperti guru yang dilihatnya.

7. Memiliki kenderaan pribadi
gambar tentang Kenderaan Pribadi
Kenderaan Pribadi

Walau bukan menjadi prioritas utama, memiliki kenderaan pribadi juga merupakan bagian yang tidak bisa diremehkan dalam menyikapi modernisasi era masa kini. Salah tau manfaatnya yakni, guru yang memiliki kenderaan pribadi memiliki nilai mobilitas di masyarakat yang cenderung lebih baik. Mengapa bagian ini dimasukkan kedalam ciri guru milenial? Sebab, di dalam kehidupan yang serba teknologi ini, seperti yang kita alami bersama akan terlihat bahwa disana sini sering terjadi kemacetan. Maka oleh sebab itu, kenderaan pribadi akan lebih sedikit membantu guru dalam mengemban tugasnya dengan harapan dapat hadir di sekolah dengan tepat waktu. Poin penting dalam bagian ini adalah hadir tepat waktu di sekolah. Sebab, itu menjadi nilai tersendiri dimata kepala sekolah maupun dimata siswa.

Pada akhirnya, penting atau tidaknya memiliki kenderaan pribadi ini bukanlah sesuatu yang harus dijawab. Pastinya pada setiap insane memiliki takar dan pendapatnya masing-masing. Hanya saja, kehadiran kenderaan pribadi ini dinilai baik dalam membantu guru melintasi medan yang macat atau perkotaan untuk sampai ditujuan dengan waktu yang tepat. Maka, bagian ini bukan sesuatu bagian yang bisa dianggap punah.

8. Senang bermain dengan siswa
Beda laut, beda ikannya. Beda tahun, beda masanya. Kira-kira seperti itulah kalimat kiasan yang cocok untuk digambarkan pada bagian ini. Kilas balik ingatan kita pada masa dahulu saat kita masih duduk dibangku sekolah, sekitar pembelajaran abad 19-20. Kehidupan belajar kita dikelilingi dengan rasa cemas atau bahkan rasa takut. Mengapa? Sebab, masa itu terkadang ada sebagian kita yang memiliki guru yang terkesan kejam. Pastinya, seluruh guru di Indonesia punya tujuan yang sama, yaitu mendidik anak bangsa. Namun, dengan manusia yang berbeda-beda, sudah barang tentu akan menggunakan metode yang berbeda pula dalam hal mengajarnya.
gambar tentang Senang Bermain dengan Siswa
Senang Bermain dengan Siswa

Sebagai seorang siswa, kita akan sulit untuk bermain dengan guru. Biasanya, guru lebih memilih untuk duduk dan berkumpul dengan rekan kerjanya di lingkungan sekolah. Kita jarang sekali mendapat kesempatan untuk bermain dengan guru. Lalu, bagaimana dengan guru milenial?

Guru masa kini, hendaknya memiliki pribadi yang senang bergaul dengan peserta didiknya. Sebut saja bermain bola bersama, atau bermain kuis bersama. Kebersamaan dengan siswa haruslah kerap dijaga dalam lingkungan sekolah. Dalam kajian ini, tentu ada koridor tersendiri dalam praktiknya. Batasan-batasan perlu untuk dibuat agar tidak tersalah dalam memaknai kedekatan antara siswa dan guru. dalam kacamata pendidikan tingkat dasar atau SD, kegiatan ini perlu dilakukan dan perlu diwaspadai. Masa kini, bila guru memarahi peserta didik, justru peserta didik itu sendiri akan merasa malas untuk belajar. Tentu, ini tantangan tersendiri bagi guru milenial. Paling tidak, kondisi ini membuat kita tahu bagaimana bermain dengan siswa yang sepantasnya.

Read more »
5 Cara Menghadapi Keributan Kelas

5 Cara Menghadapi Keributan Kelas

Guru merupakan tokoh sentral di kelas. Guru pantasnya mampu mengimbangi kondisi kelas yang beraneka ragam pada setiap waktunya. Kata statis terasa aneh bila dikaitkan dengan kondisi kelas, baik saat kegiatan belajar mengajar, mauupun diluar kegiatan belajar mengajar. Dinamis merupakan kata yang cocok untuk keadaan kelas, terutama pada kelas di jenjang pendidikan dasar. Sifat anak pada usia dasar inilah yang terkadang mengganggu kita sebagai guru saat mengajar di dalam kelas. Bagaimana tidak, kita sendiri sebagai guru memerankan sepenuhnya pribadi guru yang dewasa, sedangkan anak didik memainkan perannya sebagai yang terdidik dengan sifat kekanak-kanakannya. Tentu terjadi keanehan bagi kita sebagai orang dewasa.

Ditinjau dari sudut yang terbalik, setidaknya sedikit berpengaruh bagi pribadi kita sebagai guru. Maksudnya, bilamana kita paham akan kondisi peserta didik di kelas ditempat kita bertugas, serta cara menghadapinya. Tuntutan bahwa guru itu harus mampu menjadi pusat perhatian di dalam kelas, selalu menghantui. Guru akan merasa malu jika tak dapat menyeimbangkan kondisi kelas.  Berikut lima cara yang dapat dilakukan guru untuk mengatasi keributan kelas:
1. Membuat “Catatan Ribut”.
Gambar untuk catatan siswa yang ribut
Catatan siswa yang ribut
Cara ini dinilai kuno. Mulai dari tahun 90-an, cara seperti ini sering dilakukan seorang guru. walau demikian, cara kuno ini tetap eksis di era globalisasi ini. Nampaknya, cara seperti ini memang dinilai ampuh dalam mengheningkan suasana kelas. Biasanya yang dilakukan guru adalah menunjuk seorang siswa yang dinilai mampu untuk mencatat teman sekelasnya yang ribut. Dengan demikian, seluruh siswa akan menjaga diri dan menjaga bicaranya. Suasana akan terasa hening pada saat pencatatan dimulai. Guru akan memberikan punishment bagi siswa yang tercatat sebagai siswa yang ribut di kelas. Namun, terkadang terlihat kondisi aneh di dalam kelas selama pencatatan ini berlangsung. Biasanya, akan terdengar ucapan “Yang mencatat, permisi ya..?”. Hal tersebut akan memancing tawa kita sebagai guru, tertawa di dalam hati.

2. Bercerita di depan kelas.
Pemeran penuh disini adalah guru. Artinya, guru terlebih dahulu membekali dirinya dengan cerita-cerita yang mampu menarik perhatian siswa. Saat kondisi siswa tidak stabil, maka guru mulai bercerita. Bahan cerita yang disampaikan tentunya memberi makna keilmuan dan bermanfaat. Hal ini memang terkesan gampang, namun dirasa perlu untuk memperhatikan kegiatan belajar mengajar serta tujuan dari pembelajaran. Karena, umumnya guru akan lupa waktu saat melakukan cerita di depan kelas. Oleh sebab itu, gunakanlah bahan cerita yang berkaitan dengan pembelajaran saat itu, karena guru merupakan media pembelajaran.

3. Berdiam diri sejenak dan membiarkan siswa ribut sebentar.
Cara ini sedikit aneh. Namun demikian, cara ini juga dapat mengheningkan suasana di dalam kelas. Bagi siswa, diamnya seorang guru itu berarti marah. Siswa akan merasa tidak nyaman dengan kondisi ini. Pada akhirnya, siswa yang ribut akan diam beberapa saat. Bahkan, memungkinkan untuk siswa yang lain mendiamkan temannya yang ribut.

Walau demikian, terkadang cara ini dapat efektif, namun tidak menutup kemungkinan tidak afektif. Pada tingkatan Sekolah Dasars atau SD, untuk kelas bawah (1-3) tentu mereka tidak akan mengerti maksud dari kegiatan yang kita lakukan. Bahkan, ketika kita marah sajapun mereka masih bisa senyum. Mungkin jika lebih baik untuk diterapkan di kelas besar pada sekolah dasar, seperti kelas 5 SD atau 6 SD. Cara ini juga dapat ditempuh dalam mendiamkan keributan siswa di kelas.

4. Memberikan media tontonan (media lainnya) yang berkaitan dengan pembelajaran.
gambar untuk media tontonan dalam pembelajaran
Media tontonan dalam pembelajaran
Cara memberikan tontonan menggunakan film pendek atau video memang tidaklah segampang yang kita bayangkan. Perlu media yang memadai disini. Mulai dari File film, Computer atau laptop, Infokus, Speaker, dan alat lain yang dibutuhkan. Film yang digunakan juga sepatutnya mengarah pada materi yang disajikan saat itu. Jadi, tanpa kita sadari bahwa siswa itu belajar dari film yang disajikan.

Konsekuensi yang ada pada kegiatan ini yakni, jam pelajaran di dalam kelas akan tersita banyak, karena waktu yang dibutuhkan untuk menonton itu tidak sebentar. Bisa mencapai 45 menit, bahkan sampai 60 menit atau satu jam. Jadi, benar-benar memboroskan untuk kegiatan belajar mengajar. Oleh sebab itu, tentu pilihan film yang cocok dan menyesuaikan kondisi jam pelajaran agar tidak terlalu lama dalam kegiatan ini.

Biasanya, ketika menonton, siswa itu akan diam. Tapi, apa akan terus tentang walau kegiatan menonton usai? Belum tentu. Karena, justru biasanya sehabis menonton mereka akan ribut kembali. Maksudnya disini adalah, kegiatan menonton itu hanya mengambil minat siswa untuk belajar. Efeknya akan membuat siswa merasa tenang dengan tontongan yang disajikan. Mereka akan merasa nyaman saat berada di ruang kelas. Setelah tontonan usai, dan mereka merasa tenang, maka guru dapat mengambil alih konsentrasi siswa yang pada sebelumnya berkonsentrasi pada film, setelah usai, guru langsung mengambil konsentrasi itu dan terfokus kepada guru. Dengan demikian, guru akan lebih mudah untuk melanjutkan proses pembelajaran di dalam kelas. Jadi, tentu ada keuntungan tersendiri disini. Maka, dirasa kegiatan ini bermanfaat bagi guru dalam usaha mendiamkan siswa.

5. Menasihati kelompok siswa dengan serius.
Cara ini terkesan sering dilakukan seorang guru, terlebih bagi guru yang belum lama mengabdi. Lulusan baru biasanya menjalankan cara ini. Cara ini diyakini dapat mengheningkan siswa di dalam kelas. Memberikan nasihat dan arahan tentu baik, namun tetap masih memberi kemungkinan bahwa keributan kelas juga akan terjadi di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, disini guru akan dinilai. Ucapannya akan di dengar dan diingat oleh peserta didik. Maka, konsistenlah dalam berargumen walau dihadapan siswa.





Jadilah Guru, bukan gurupun jadilah.

Read more »
Sifat Siswa di Dalam Kelas

Sifat Siswa di Dalam Kelas


Secara umum, kelas yang berisikan beberapa bahkan puluhan manusia yang ingin belajar tentu memiliki perbedaan, terlebih pada bentuk fisiknya. Untuk itu, perlu perhatian mendalam bagi seorang guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Paling tidak, guru mengetahui dahulu tentang kondisi yang akan terjadi di kelas secara umum.

Sifat siswa itu berbeda-beda. Perilaku dan tindakannya di kelas baik saat belajar maupun diluar jam belajar juga berbeda-beda. Ada siswa yang lebih banyak diam dan mengikuti kegiatan belajar mengajar. Namun, tidak sedikit juga siswa yang membuat keributan di kelas dan mengabaikan guru di kelasnya. Sifat siswa yang terlihat di dalam kelas antara lain sebagai berikut:
1. Imitasi (meniru)
Sifat ini memang melekat pada anak. Tak bisa dihindari, sifat imitasi atau meniru ini juga akan melekat hingga dewasa. Bagaimana mungkin manusia itu sendiri dapat berkembang mengikuti perkembangan zaman tanpa adanya sifat imitasi (meniru)?. Terlebih pada diri peserta didik, sifat ini begitu kental.

Hal yang unik yang biasa terjadi di kelas adalah dalam suatu kasus misalnya: dalam melaksanakan kegiatan shalat berjamaah. Lalu saat kegiatan berlangsung, terdapat satu orang siswa yang batuk serius. Lalu, siswa yang satunya lagi juga akan batuk. Namun tak berhenti sampai disitu. Suara batuk itu juga akan terdengar hingga beberapa kali dari orang yang berbeda-beda, seolah-olah “sahut-sahutan batuk”. Kondisi ini terkesan lucu, namun perlu bimbingan dan arahan dari guru.

2. Cari perhatian
Cari perhatian bukanlah julukan yang selamanya bernilai negative. Kadang kala, cari berhatian juga bisa dimaknai positif. Cara siswa mempromosikan dirinya berbeda-beda. Ada siswa yang selalu bertanya kepada gurunya. Ada pula siswa yang selalu senyum kepada gurunya. Terlepas dari hal itu, perlu disadari bahwa itu adalah wujud dari rasa sayang peserta didik terhadap gurunya.

Suatu kasus misalnya: saat menyelesaikan tugas yang diberikan guru, ada salah satu siswa yang bertanya kepada gurunya. Siswa itu bertanya dengan mendatangi ke meja guru di depan kelas, dan itu terjadi hingga beberapa kali. Secara umum, ini terkesan unik dan seperti mencari perhatian guru. Hal yang menjadi catatan bahwa tindakan ini positif. Tugas guru hanyalah membimbingnya dan mengarahkannya agar lebih meminimalisir tindakan peserta didik tersebut. Memberikan pemahaman merupakan salah satu solusi untuk kondisi ini. Bersiaplah dengan kondisi ini.





Jadilah Guru, bukan gurupun jadilah.

Read more »
PROSEM (Program Semester) TK/PAUD Kelompok A

PROSEM (Program Semester) TK/PAUD Kelompok A


Perencanaan program semester berisi daftar tema satu semester yang dikembangkan menjadi subtema atau sub-subtema, serta kompetensi yang ditetapkan untuk dicapai pada setiap tema, dan alokasi waktu setiap tema. PROSEM ini nanti selanjutkan akan digunakan untuk membuat RPPM, program semester. Dalam menyusun perencanaan program semester, lembaga diberikan keleluasaan dalam menentukan format.

Disini, saya akan memberikan file download Prosem secara gratis. Silahkah klik link di bawah ini:

Klik Disini!




Jadilah Guru, bukan gurupun jadilah. Hormat Saya,

Read more »
PROTAH (PROGRAM TAHUNAN TK/PAUD)

PROTAH (PROGRAM TAHUNAN TK/PAUD)

Pendidikan Anak Usia Dini atau TK hingga kini terus menjadi sudut yang difokuskan dalam lingkup pendidikan. Pendidikan Usia Dini ini mulai dianggap perlu dan dianggap penting keberadaannya. Oleh sebab itu, para lembaga-lembaga pendidikan TK/PAUD ini hingga kini terus mengembangkan dirinya demi mencapai tujuan yang diinginkan, terlebih pada tujuan pendidikan di Indonesia secara umum.

Oleh sebab itu, saya akan berikan file tenatng PROGRAM TAHUNAN TK/PAUD ini secara gratis dengan harapan, agar lebih dioptimalkan dan lebih dikembangkan demi tercapainya perbaikan pada pendidikan kita, umumnya pendidikan di Indonesia. Mari sama-sama kita memajukan pendidikan di Indonesia. Silahkan lihat di bagian ini:

KLIK DISINI!





Jadilah Guru, bukan gurupun jadilah. Hormat Saya,

Read more »
Tips Guru Pemula

Tips Guru Pemula

gambar untuk Tips Guru Pemula
Tips Guru Pemula

Banyak hal yang perlu diketahui bagi setiap guru pemula. Menjadi guru sejatinya bukanlah sesuatu yang mudah dan terjadi begitu saja, jenis pekerjaan ini juga terkesan berkesinambungan. Maka oleh sebab itu, perlu kehati-hatian dalam melaksanakan tugas sebagai seorang guru.

Tentu bagi seorang guru pemula, tidak membayangkan hal-hal besar dihadapannya. Justru terkesan senang karena baru diterima dalam suatu lembaga sekolah. Namun perlu ditegaskan, bahwa mengajar bukan merupakan pekerjaan yang dapat dianggap enteng. Perlu adanya keseriusan dalam pelaksanaannya.

Pada kesempatan kali ini, tulisan ini difokuskan pada pendidikan tingkat dasar. Bisa juga bila dikaitkan dalam pendidikan tingkat MDTA/Madrasah Diniyah Takmaliyah. Secara umum, kedua jenjang pendidikan ini adalah saling berkaitan. Dimana usianya sama-sama pada tingkatan dasar. 
Saya akan menguraikan beberapa Tips Guru Pemula yang perlu diketahui bagi guru pemula, yakni:
  1. Tanamkan niat sebaik-baiknya dan setulus-tulusnya. Karena semua hasil yang baik akan berawal dari niat yang baik pula.
  2. Mengerti akan kompetensi guru. Ini merupakan hal yang cukup penting bagi seorang guru. Bagaimana mungkin suatu pekerjaan/profesi itu berjalan dengan baik tanpa mengetahui apa kompetensinya sendiri. Maka oleh sebab itu, bagian ini dianggap penting. Terdapat 4 kompetensi guru beserta uraiannya pada tulisan sebelumnya, kalian dapat membacanya untuk lebih lanjut.
  3. Guru merupakan bidang pekerjaan. Tentu haruslah memandang kompetensi yang ada. Salah satunya yaitu profesional. Profesionallah dalam menjalankan tugas sebagai seorang guru.
  4. Guru bukanlah kepala sekolah. Maka, patuhilah pimpinan kalian ketika kalian menjadi seorang guru.
  5. Berusahalah mengajar saat masih duduk dibangku kuliah. Karena itu akan menambah pengalaman kalian dan tentu kalian akan lebih cepat berkembang dengan sendirinya bilamana nanti berhasil menyelesaikan Strata 1.
  6. Siswa itu manusia, dan seluruh manusia itu bergerak. Bangunlah tingkat kesabaran yang tinggi dalam diri sebelum memulai kegiatan mengajar. Lupakan masalah di luar sekolah. Fokuslah mengajar untuk mencerdaskan anak didik.
  7. Curhatan anak didik itu terlalu panjang kali lebar. Kalian perlu mengontrolnya. Bercerita pengalaman merupakan salah satu trik bagi anak didik agar melewatkan pelajaran hari ini. Mereka tidak akan memikirkan kerugian di kemudian hari, justru gurulah yang harus memandang diri mereka di kemudian hari. Jadi, kontrollah curhatan mereka.
  8. Menaati peraturan, tepat waktu dan tidak ingkar janji terhadap siswa. Ini salah satu cara agar menciptakan rasa hormat anak didik kepada sang guru.
Demikian beberapa tips yang dapat saya berikan. Tips-tips di atas ditulis berdasarkan pengalaman pribadi. Maka oleh sebab itu, mungkin saja terdapat perbedaan disana-sini bergantung pada daerahnya. Tapi secara umum, tips di atas dirasakan setiap guru. Semoga artikel tentang Tips Guru Pemula ini dapat bermanfaat.Jadilah guru, bukan gurupun jadilah.


Jadilah Guru, bukan gurupun jadilah.
Hormat Saya,

Read more »
Pesan Malaikat Kecil

Pesan Malaikat Kecil


Suatu hari, aku melaksanakan tugas menajar di salah satu MDTA yang berada di kota Medan. Seperti biasa, aku mengajar diwaktu pukul 15.00 wib. Awalnya semua biasa saja. Tidak ada tanda-tanda keanehan yang akan terjadi. Seorang anak didik mendatangiku dan membisikkan ke telingaku seraya berkata:
“Ayah pulang malam, minum kopi dan minum kinuman keras.” Kataya dengan nada pelan.
Terdiam ku sejenak. Apa maksud anak ini berkata demikian? Lantas akupun merasa perlu mendalami ini. Aku memanggilnya kembali dan bertanya:
“Apa ibumu baik-baik saja? Apa yang kalian lakukan di rumah bersama ibu? Bermain, atau belajar, atau..?” Tanyaku sambil tersenyum.
“Enggak bi, Enggak ada kegiatan di rumah. Ayah selalu pulangnya malam hari, dan terkadang mamak juga marah kepada ayah. Mama menyuruh ayah untuk mencium perut mama yang sudah sudah besar. Sebentar lagi saya punya adik bi.” Jawabnya dengan tegas kepadaku.
Aku terkejut. Ternyata ibunya sedang mengandung dan harus menghadapi suami dengan kegiatan semacam yang dijelaskannya. Aku tak tahu, benar atau tidaknya berita itu. Tapi, seakan aku melihat sosok malaikat kecil yang sedang memberikan pesan padaku. Aku melihat pesan itu dalam perkataan terakhir anak didik itu. Sambil mengarahkan badan ingin pulang, dan melangkah kecil, dia berkata padaku:
“Saya sudah bilang sama mamak, seandainya saja mamak menikah dengan seorang ustad, aku akan diajarinya mengaji.”
Spontan aku langsung mengatakan:
“Hai nak, tidak boleh begitu. Dia itu ayah kamu.” Tegasku padanya.
Kami pun berpisah. Dia pulang bersama temannya. Aku melihat sosok anak yang begitu polos dan belum tau banyak tentang dunia. Tapi, pesannya seakan-akan begitu melekat pada diriku. Dia memberi pesan bahwa anak seusia mereka begitu menimpikan sosok seorang ayah dalam hidupnya yang dapat mengajarinya di malam hari, menemaninya dalam kegiatan belajar maupun kegiatan bermainnya, yang menemaninya dalam kesehariannya, dan yang mendukungnya dalam segala aktifvitas yang dilakukan. Peran ayah begitu penting dalam keluarga.

Kisah ini, saya hanya ingin berpesan bahwa guru merupakan pengganti orangtua di Sekolah. Bagi guru laki-laki, jadilah selayaknya sosok seorang ayah bagi peserta didik kalian. Karena, mereka mengharapkan sosok ayah dan ibu selama kegitan belajarnya. Maknai mereka sebagai anak kalian sendiri. Semangat mengajar. Jadilah guru, bukan gurupun jadilah.






Jadilah Guru, bukan gurupun jadilah.
Hormat Saya,

Read more »
Pendidikan Era Modern

Pendidikan Era Modern


Era modern di abad 21 ini, tampaknya bukan sesuatu yang baru lagi jika kita berbicara soal teknologi. Kerap sekali pekerjaan manusia diringankan dengan hadirnya teknologi ini. Namun perlu disadari bahwa dengan berkurangnya fungsi manusia pada suatu pekerjaan, maka tanpa disadari akan memperbesar ukuran pengangguran dalam kehidupan manusia, terkhusus pada suatu bidang. Manusia, tentu harus selalu berkembang dalam menjalani hidupnya.

Teknologi telah merembet ke seluruh aspek di lingkungan masyarakat, hingga masuk juga dalam lingkungan anak sekolah dasar. Hal ini dapat memberi nilai positif. Namun juga bisa terdapat hal-hal yang menjadi perhatian bersama. Lembaga sekolah, tentu menjadi sorotan dalam hal ini.

Dalam pendidikan tingkat dasar, dinilai perlu untuk melestarikan pendidikan karakter. Pendidikan yang membahas tentang praktik hidup sehari-hari. Anak masa kini, ketika berbicara teori bahkan mereka melebihi batas pengetahuan mereka. Anak sekolah tingkat dasar misalnya, sudah mengetahui tentang apa yang diajarkan di lingkungan sekolah tingkat menengah. Ini menjadi perhatian bersama. Teori, akan mudah didapatkan oleh anak dizaman sekarang ini. Hanya membuka handphone, mengkoneksikannya dengan internet, lalu mereka akses internet, mereka akan mendapatkan jawabannya. Oleh sebab itu, perlu penekanan sikap keseharian agar mereka benar-benar terkontrol emosi perilakunya. Sebab, keseluruhannya itu haruslah berimbang, antara ilmu dan perilaku haruslah diajarkan sejalan. Bagi kita, perlu untuk memberikan perhatian tentang sikap mereka dalam hidup kesehariannya. Dengan demikian, mereka akan berkembang dengan minat dan bakat mereka sendiri.

Pentingnya peran guru bagi anak merupakan hal yang inti dalam kegiatan belajar manusia. Belajar tanpa guru, bagai memiliki cangkul tapi tidak tahu digunakan untuk apa. Padahal, dengan cangkul yang ada itu, dapat menciptakan beras sebagai makanan pokok manusia. Belajar tanpa guru, tidak akan dapat menentukan arah dan tujuan dalam kegiatan belajarnya. Peran guru, tidak akan tergantikan dengan teknologi. Oleh sebab itu, berkaryalah dengan segala upaya demi mencerdaskan anak bangsa, mendidik karakter anak bangsa. Guru tanpa tanda jasa.






Jadilah Guru, bukan gurupun jadilah. Hormat Saya,

Read more »
UTS Bahasa Indonesia Semester Ganjil Kelas 1

UTS Bahasa Indonesia Semester Ganjil Kelas 1

Berilah tanda silang  (x) pada huruf a, b dan c untuk pilihan jawaban yang benar!

1. Hewan apakah yang ada di bawah ini?
 
   a. Kerbau
   b. Kambing
   c. Sapi

2. Hewan apakah yang ada di bawah ini?

   a. Ayam
   b. Kelinci
   c. Kambing

3. Berikut ini yang termasuk suara kambing adalah ..
   a. Hihihi
   b. Embo
   c. Embek

4. Berikut ini yang  termasuk suara ayam adalah
   a. Kwek kwek kwek
   b. Meong
   c. Kukuruyuk

5. Dimanakah   kamu  sekolah?
   a. Di SD Inti Medan
   b. Di SD Harapan
   c. Di SD IT Syarif Ar-rasyid

6. Kelas berapakah  kamu  sekarang?
   a. Kelas satu
   b. Kelas tiga
   c. Kelas dua

7. Berapakah usia kamu sekarang?
   a. 6 tahun
   b. 8 tahun
   c. 9 tahun

8. .......  harus dicuci sebelum makan.
   a. Kaki
   b. Tangan
   c. Muka

9. Kuku harus dipotong setiap ...
   a. Minggu
   b. Hari
   c. Bulan

10. Bersih itu ...
   a. Bersih
   b. Baru
   c. Sehat

Read more »
Soal UAS Bahasa Indonesia Kelas 1 Semester Genap

Soal UAS Bahasa Indonesia Kelas 1 Semester Genap

Berilah tanda silang  (x) pada huruf a, b dan c untuk pilihan jawaban yang benar!

1.  Berkelahi itu adalah tindakan yang  ...
   a. Tidak terpuji
   b. Baik
   c. Terpuji

2.  Orang yang suka berkelahi akan ...
   a. Senang
   b. Rugi
   c. Tenang

3.  Susunlah kata-kata berikut ini menjadi kalimat yang baik.
     Dia – dengan – berlari - kencang
   a. Dia berlari dengan kencang
   b. Dia dengan kencang berlari
   c. Berlari dengan kencang dia

4. suka – temanku – badminton - bermain
   a. Suka bermain badminton temanku
   b. Temanku bermain suka badminton
   c. Temanku suka bermain badminton

5. Benda di bawah terbuat dari ...


   a. Plastik
   b. Kayu
   c. Besi

Bacalah teks di bawah ini.

Rida suka menyanyi
Nenek juga suka menyanyi
Rida dan nenek suka bernyanyi bersama
Rida suka lagu bintang kecil

6.  Apa yang disukai Rida ?
   a.  Menari
   b.  Menyanyi
   c.  Melukis

7.  Apa lagu kesukaan Rida ?
   a. pelangi
   b. naik delman
   c. bintang kecil



8.  Apa kegemaran Reni ?
   a. Menulis
   b. Menggambar
   c. Menyanyi

9.  Apa yang suka digambar oleh Reni ?
   a. Pelangi
   b. Rumah
   c. Pemandangan

10.  Dengan siapa Reni berlatih ?.
   a. Pak Budi
   b. Pak Rudi
   c. Pak Tejo
Read more »
Soal Ujian PAI Kelas 1 Semester Ganjil

Soal Ujian PAI Kelas 1 Semester Ganjil

Berilah tanda silang  (x) pada huruf a, b dan c untuk pilihan jawaban yang benar!
1. Al fatihah artinya ….
   a.  Pembukaan
   b. Penutupan
   c. Pertengahan
2. Surat Al fatihah turun di ….
   a. Madinah
   b. Mekah
   c. Jiddah
3. Yang menciptakan matahari adalah ….
   a. Manusia
   b. Dewa
   c. Allah SWT
4. Perhatikan gambar berikut ini!
Gambar diatas adalah gerakan sholat yaitu ketika...
   a. Ruku’
   b. Sujud
   c. Berdiri
5.  Yang menanam pohon pisang adalah ….
   a. Manusia
   b. Dewa
   c. Allah SWT

6.  Iman artinya ….
   a. Ada
   b. Tidak ada
   c. Percaya

7.  Rukun iman ada ….
   a. 5
   b. 6
   c. 7

8.  Rukun iman yang pertama adalah iman kepada ….
   a. Allah
   b. Malaikat
   c. Kitab suci

9.  Perhatikan gambar berikut ini!

     Gambar diatas adalah rukun iman yaitu iman kepada....
   a. Iman kepada kitab
   b. Iman kepada rosul
   c. Iman kepada takdir

10.  Rosulullah artinya adalah utusan ….
   a. Malaikat
   b. Allah
   c. Dewa
Read more »